Selasa, 15 November 2011

TUGAS MID SEMESTER P.NASUTION

NAMA : RINA UMRONNIFAH

NIM : 1178854

1. Bagaimanakah cara membantu siswa dalam memproses informasi dalam memori jangka pendek dan selanjutnya menempatkannya dalam memori jangka panjang dalam pembelajaran?

Jawab

Guru harus mengelokasikan waktu untuk melakukan pengulangan selama mangajar di kelas. Mengajarkan terlalu banyak informasi dan terlalu cepat cenderung tidak efektif, karena kecuali siswa diberikan waktu untuk mengulang-ualang tiap butir informasi baru, informasi yang disampaikan kemudian cenderung mendorong informasi pertama keluar dari memori jangka pendek mereka. Pada saat guru menghentikan pelajaran dan bertanya kepada siswa apakah ada pertanyaan, guru juga memebri siswa sedikit waktu untuk berfikir ulang dan secara mental mengulang tentang apa yang baru dipelajari. Hal ini membantu siswa memproses informasi dalam memori jangka oendek dan selanjutnya menenmpatkannya ke dalam memori jangka panjang.

2. Bagaimanakah cara yang mudah bila anda disuruh mengingat daftar belanja berikut ini ?

A. Tepung

B. soda

C. Saus Lombok

D. Kentang

E. Hamburger

F. Saus Tomat

G. Sari Jeruk

H. Perter Seli

I. Mayonaise

J. Susu

K. Hot dogs

L. Apel

M. lada

N. Kue

O. Oregano

P. Selada

Q. Telor

R. Spagetti

S. Merica

T. mentega

U. Tomat Kalengan

V. Sirup

W. Bawang

X. Roti

Jawab.

Kita bisa mengingat daftar belanja ini dengan cara mengorganisasikanna sesuai dengan pola yang kita kenali. kita bisa mengorganisasikan daftar belanja diatas menjadi tiga bagian besar yang terdapat dapat menu sarapan, makan siang , dan makan malam seperti yang terlihat dalam tabel dibawah.

Sarapan

Makanan

Minuman

Pencuci mulut

Pancake

· Tepung

· susu

· telur

· sirop

Sari jeruk

Makan siang

Makanan

Minuman

Pencuci Mulut

Hot dog

· Mayonasie

· Roti

· Saus lombok

· Merica

· Hot Dog

Salad Kentang

· Kentang Mayonanais

· Peterseli

Soda gembira

Apel

Makan malam

makanan

Minuman

Pencuci mulut

Spaghetti

Spaghetti

· Bawang

· Hamburger

· Tomat kaleng

· Saus tomat

· Lada

Salad

· Selada

Susu

Kue

3. Satu alasan penting mengapa orang lupa adalah terjadinya interferensi ( informasi terdesak keluar informasi yang lain ) . Bagaimankah cara yang harus di tempuh guru untuk mengatasi masalah itu dalam pembelajaran ?

Jawab :

Cara yang harus di tempuh oleh guru untuk mengatasi lupa karena terjadinya interferensi antara lain adalah

a. Latihan dengan sistem distribussi

Latihan sangat penting dalam beberapa tahapan, karena memeoro dalam jangka pendek secara mental harus di latih / di ulang apabila informasi ini harus diingat selama lebih dari beberapa detik. informasi dalam jangka pendek ini biasanya gharus dilatihkan sampai informasi yang mantap tersimpan dalam memori jangka panjang.

Latihan dengan sistem terdestribusi adalah latihan sedikit demi sedikit setiap hari sampai dekade tertentu. Cara ini lebih baik untuk pengendapan, bahkan selama periode waktu tertentu. Pengendapan jangka panjang dari semua jenis informasi dan ketrampilan dapat ditingkatkan secara berarti dengan latihan terdestribusi.

b. belajar bagian demi bagian ( part learning ) sangat sulit bagi siswa untuk mempelajari seluruh isi materi pelajaran yang panjang, lebih mudahnya mempelajari jika materi pelajaran itu di potong-potong menjadi bagian -bagian yang lebih kecil.tujuan pembelajaran ini juga untuk mengurangi hambatan retroaktif

c. Belajar lebih atau Overlearning

latihan yang dilakukan secara terus menerus dan kontinyu dan jika di lanjutkan sampai siswa mampu mengingat jawabannya , maka pengendapan akan bertambah

4. In this chapter, we turn from behavioural theories of learning to the cognitive perspective. (p. 293)

Dalam bab ini, kita berbalik dari teori-teori perilaku belajar perspektif kognitif. (hal. 293)

This means a shift from ' viewing the learners and their behaviours as products of incoming environmental stimuli’ to seeing the learners as 'sources of plans, intentions, goals, ideas, memories, and emotions actively used to attend to, select, and construct meaning from stimuli and knowledge from experience.‘ (p. 293)

Ini berarti pergeseran dari 'melihat peserta didik dan perilaku mereka sebagai produk dari rangsangan lingkungan masuk' untuk melihat peserta didik sebagai 'sumber rencana, niat, tujuan, ide, kenangan, dan emosi secara aktif digunakan untuk menghadiri, pilih, dan membangun makna dari rangsangan dan pengetahuan dari pengalaman "(hal. 293).

In other words the learner is seen as central in constructing her own learning rather than responding to the rewards and punishments around her. So the source of control (over what is learned) moves from the teacher to the learner. (p. 293)

Terjemahkan kalimat diatas, dan dari pengetahuan itu bagaimanakah anda menerapkannya dalam mengelola pembelajaran ?

Dengan kata lain pembelajar dipandang sebagai sentral dalam membangun proses belajar mereka sendiri daripada menanggapi penghargaan dan hukuman di sekelilingnya. Jadi sumber kontrol (lebih dari apa yang dipelajari) bergerak dari guru kepada pelajar. (hal. 293

5. Terajamahkan kalimat di bawah ini ( The Role of Attention ), dan dari pengetahuan itu bagaimanakah anda menerapkannya dalam mengelola pembelajaran

· Attention is selective. Attention is focus on a stimulus. By paying attention to selected stimuli and ignoring others, we limit the possibilities that we will perceive and process. (p. 299)

Perhatian selektif. Perhatian adalah fokus pada stimulus. Dengan memperhatikan rangsangan yang dipilih dan mengabaikan orang lain, kita membatasi kemungkinan bahwa kita akan melihat dan proses. (hal. 299)

· What we pay attention to is guided to a certain extent by what we already know, what we need to know and what we would like to know so attention is involved in and influenced by all three memory processes in Figure 7. 1 . (p. 299)

Apa yang kita perhatikan dipandu sampai batas tertentu dengan apa yang kita sudah tahu, apa yang kita perlu tahu dan apa yang kita ingin tahu sehingga perhatian terlibat dalam dan dipengaruhi oleh ketiga proses memori pada Gambar 7. 1. (hal. 299)

· Attention is also affected by what else is happening at the time, by the complexity of the task, and by your ability to control or focus your attention. (p. 299)

Perhatian juga dipengaruhi oleh apa lagi yang terjadi pada saat itu, oleh kompleksitas tugas, dan dengan kemampuan Anda untuk mengontrol atau fokus perhatian Anda. (hal. 299)

· Attention takes effort and is a limited resource. (p. 299)

Perhatian membutuhkan usaha dan merupakan sumber daya terbatas. (hal. 299)

· We can pay attention to only one cognitively demanding task at a time . (p. 299)

Kita dapat memperhatikan hanya satu tugas kognitif menuntut pada suatu waktu. (hal. 299)

· Automaticity is the ability to perform thoroughly learned tasks without much mental effort. (p. 300)

Otomatisitas adalah kemampuan untuk melakukan tugas secara menyeluruh belajar tanpa upaya mental banyak. (hal. 300)

Sabtu, 22 Oktober 2011

MATERI PEMBELAJARAN ZAMAN HINDU-BUDDHA DI INDONESIA

Materi Pembelajaran Zaman Hindu-Budha di Indonesia

Patung Dewa

By. Rina Umronnifah

Patung adalah bentuk tiruan orang, hewan, dan sebagainya. Seperti telah kita ketahui dari penjelasan candi, (dalam agama Hindu) bahwa raja yang sudah wafat dianggap telah menyatu dengan dewanya dan dibuatkan sebuah patung. Hal ini bertujuan untuk menghormati sang raja. Patung ini menjadi arca induk di dalam candi. Biasanya sebuah candi itu memuat berbagai buah patung dewa-dewa lainnya.

Dengan demikian seni pahat patung erat hubungannya dengan keagamaan. Patung-patung yang dibuat menggambarkan dewa ataupun dewi. Untuk membedakan dewa yang satu dengan dewa yang lain, maka setiap arca mempunyai tanda-tandanya sendiri. Tanda-tanda ini dinamakan laksana atau ciri.

Patung-patung agama Hindu:

Patung Dewa Siwa

a. Siwa sebagai Mahadewa, laksananya: Ardhacandrakapala, yaitu bulan sabit di bawah tengkorak, yang terdapat pada mahkota, mata ketiga di dahi, upawita ular naga, cawat kulit harimau yang dinyatakan dengan lukisan kepala serta ekor harimau pada kedua pahanya, tangannya 4 masing-masing memagang camara (penghalau lalat), aksamala (tasbih), kamandalu (kendi yang bersisi air penghidupan), dan trisula (tombak yang ujungnya bercabang tiga). Siwa mempunyai kendaraan sendiri yaitu Lembu Nandi;

b. Siwa sebagai Mahaguru atau Mahayogi, laksananya: kamandalu dan trisula, perutnya gendut, berkumis panjang, dan berjenggot runcing;

c. Siwa sebagai Mahakala, rupanya menakutkan seperti raksasa, ia bersenjatakan gada;

d. Siwa sebagai Bhairawa lebih menakutkan lagi. Ia berhiaskan rangkaian tengkorak, tangan satunya memegang mangkuk dari tengkorak dan tangan lainnya sebuah pisau. Kendaraannya bukan Nandi seperti biasa melainkan serigala. Sering pula ia dilukiskan berdiri di atas bangkai dan lapik dari tengkorak-tengkorak;

Patung Dewi Durga

e. Durga, isteri Siwa, biasanya dilukiskan sebagai Mahisasuramardini. Ia berdiri di atas seekor lembu yang ia taklukkan. Lembu ini adalah raksasa (asura) yang menyerang kayangan dan dibasmi oleh Durga. Durga bertangan 8, 10, atau 12, masing-masing tangannya memegang senajata. Sebagai isteri Mahakala, Durga bernama Kali, dan sebagai isteri Bahirawa ia bernama Bhairawi. Dalam kedua bentuk ini ia sangat menakutkan. Sering sekali Durga diberi kendaraan sendiri, yaitu singa;

Patung Ganesha Karang Kates

Patung Ganesha dalam posisi duduk

f. Ganesha, merupakan anak Siwa dewa yang berkepala gajah yang disembah sebagai dewa ilmu pengetahuan dan dewa penyingkir rintangan-rintangan. Patung Ganesha biasanya digambarkan duduk. Namun, di Karang Kates atau yang lebih dikenal dengan Ganesha Karang Kates, ia digambarkan berdiri.

g. Kartikeya (Skanda atau Kumara), juga merupakan anak Siwa, sebagai dewa yang selalu digambarkan sebagai kanak-kanak naik merak dan yang mempunyai kedudukan sebagai dewa perang.

Patung Wisnu Naik Garuda

h. Wisnu, laksananya adalah bertangan empat yang masing-masing memegang gada, cakra (cakram), sangkha (kerang bersayap), dan dua buah atau kuncup teratai. Kendaraanya adalah Garuda, sedangkan isterinya adalah Sri atau Laksmi (Dewi Bahagia);

Patung Brahma (sumber: h//www.metmuseum.org/toah/images)

i. Brahma, mudah dikenal karena ia selalu digambarkan berkepala empat. Tangannya empat pula, dan yang dua dibelakang memegang aksmala dan camara. Kendaraanya adalah hangsa, dan isterinya adalah Saraswati (Dewi Kesenian dan Kecantikan);

j. Kuwera, dewa kekayaan, digambarkan duduk dikelilingi oleh periuk-periuk berisi harta. Perutnya gendut, tangan kirinya memegang pundi-pundi dari binatang semacam tupai dan tangan kanannya memegang sebuah limau. Isteri Kuwera adalah Hariti, yaitu dewi yang menggambarkan kekeyaan anak. Kuwera dan Hariti juga dipuja dalam agama Buddha.

Patung agama Buddha:

Dalam agama Buddha dikenal akan adanya Dhyani-Buddha, Manusi-Buddha, dan Dhyani Bodhisattwa. Dhyani-Buddha dan Manusi-Buddha patungnya sama saja, dan hanya dapat dibedakan dalam hubungannya dengan lain-lain petunjuk. Arca Buddha pada umumnya pun semua sama, sangat sederhana tanpa hiasan yang mencolok seperti pada arca agama Hindu. Ciri-cirinya: memakai jubah, rambutnya sellau keriting, di atas kepalanya ada tonjolan seperti sanggul yang dinamakan usnisa, dan di antara keningnya ada semacam jeraway yang disebut urna.

Dewa mana yang digambarkan dalam suatu Arca Buddha hanyalah dapat diketahui dari mudra (sikap tangannya) saja. Yaitu:

Patung Buddha di Borobudur (sumber: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/66/Borobudur-perfect-buddha.jpg/)

a. Wairocana, penguasa zenith, mudranya dharmacakra, yaitu sikap tangan memutar roda dharma;


Wairocana (sumber: http://panjalu.net/)

b. Aksobya, penguasa timur, mudranya bhumisparca, yaitu sikap tangan memanggil bumi sebagai saksi (waktu Buddha digoda oleh Mara di bawah pohon bodhi);


Aksobya (sumber: http://panjalu.net/)

c. Amoghasidi, penguasa utara, mudranya abhaya, yaitu sikap tangan menentramkan;


Amoghasidi (sumber: http://panjalu.net/)

d. Amitabha, penguasa barat, Buddha dunia sekarang, mudranya dhyana, yaitu sikap tangan bersemedi;


Amithaba (sumber: http://panjalu.net/)

e. Ratnasambhawa, penguasa selatan, mudranya wara, yaitu sikap tangan memberi anugerah.


Ratnasambhawa (sumber: http://panjalu.net/)

Dhyani-Bodisattwa selalu digambarkan berpakaian kebesaran seperti raja. Laksana untuk Awalokiteswara adalah sebuah arca Amitabha di mahkotanya. Sebagai Padmapani ia memegang sebatang bunga teratai merah di tangannya. Laksana Maitreya adalah sebuah stupa di mahkotanya.

Sama halnya dengan candi, patung-patung dewa yang ada di Jawa Tengah dan di Jawa Timur juga memiliki perbedaan. Pada umumnya di Jawa Tengah arcanya sangat indah, betul-betul menggambarkan seorang dewa dengan segala-galanya sesuai dengan apa yang dicita-citakan orang. Pada umunya di Jawa Timur, arcanya agak kaku, dengan sengaja disesuaikan dengan maksud yang sesungguhny, yaitu menggambarkan seorang raja atau pembesar negara yang telah wafat. Sifat kewedaannya hanya dinyatakan dengan laksana-laksana dan prabha (lingkaran cahaya yang bersinar dari kepala atau tubuh).

Kamis, 18 November 2010

DAFTAR ABSENSI SISWA

FORMAT PENULISAN PRESENSI SISWA :

NAMA : ___________
NO. ABSEN : ___________
KELAS : ___________

CARA MENULISKAN / MEMASUKKAN NAMA PRESENSI, IKUTI LANGKAH BERIKUT :
1. KLIK KOMENTAR
2. TULIS FORMAT PRESENSI SEPERTI DIATAS
3. KLIK RINA UMRONNIFAH (GOOGLE) PILIH ANONYMOUS
4. KLIK POST KAN KOMENTAR

SILAHKAN COBA

ALAT MUSIK TRADISIONAL CINA

Alat musik tradisional Cina mengacu kepada semua jenis alat musik yang digunakan dalam budaya Cina. Alat musik tradisional Cina secara sederhana dapat digolongkan sebagai berikut

Alat musik gesek

  • Erhu(二胡)- Rebab China, badannya menggunakan kulit ular sebagai membran, menggunakan 2 senar, yang digesek dengan penggesek terbuat dari ekor kuda.
  • Gaohu(高胡)- Sejenis dengan Erhu, hanya dengan nada lebih tinggi.
  • Gehu(革胡)- Alat musik gesek untuk nada rendah, seperti Cello.
  • Banhu(板胡)- Rebab China, dengan badan terbuat dari batok kelapa dengan papan kayu sebagai membrannya.Alat musik petik
  • Liuqin(柳琴)- Alat musik petik kecil bentuknya seperti buah pir dengan 4 senar.
  • Yangqin(扬琴)- Alat musik ini memiliki banyak senar, cara memainkannya dengan memukul dengan stik bambu sebagai pemukulnya.
  • Pipa(琵琶)- Alat musik petik berbentuk buah pir dengan 4 atau 5 senar.
  • Ruan(阮)- Alat musik petik berbentuk bulat dengan 4 senar.
  • Sanxian(三弦)- Alat musik petik dengan badan terbuat dari kulit ular dan dengan leher panjang, memiliki 3 senar.
  • Guzheng(古筝)- Kecapi yang memiliki 16 - 26 senar.
  • Konghou(箜篌)- Harpa China.

Alat musik tiup

  • Dizi(笛子)- Suling dengan menggunakan membran getar.
  • Suona(唢呐)- Terompet China
  • Sheng(笙)- Alat musik yang menggunakan bilah logam dengan tabung-tabung bambu sebagai penghasil suara.
  • Xiao(箫)- Suling.
  • Paixiao(排箫)- Pipa pen.

Alat musik pukul (perkusi)

  • Paigu(排鼓)- Gendang yang terdiri dari satu set 4 atau lebih.
  • Dagu(大股)- Tambur besar.
  • Chazi(镲子)- Simbal, cengceng.
  • Luo(锣)- Gong.
  • Muyu(木鱼)- Kecrek terbuat dari kayu.
Musikcina.jpg

Grup Musik Tradisional China

Alat musik tradisional China dapat dimainkan secara solo, ataupun secara bersama-sama dalam sebuah orkes yang besar (seperti zaman dahulu di istana kerajaan) atau dalam grup-grup musik mandarin kecil. Zaman dahulu tidak ada konduktor di ensambel musik China, ataupun penggunaan partitur musik pada saat pentas. Musik biasanya telah dihapalkan oleh pemusiknya, kemudian dimainkan tanpa alat bantu, sehingga kerjasama tim amat sangat dibutuhkan. Tapi zaman sekarang ini partitur ataupun konduktor dibutuhkan, apabila jumlah pemusik cukup banyak.

Jumat, 12 November 2010

SEJARAH ANGKLUNG

Sejarah Angklung Indonesia

Angklung adalah mitologi dari Bahasa Bali, yaitu Ang yang berarti angka (berupa not) dan klung yang berarti rusak. Jadi, jika digabungkan angklung berarti angka yang rusak.

Dalam sejarah perkembangan musik Angklung, bentuknya yang sekarang merupakan adaptasi bentuk alat musik dari Filipina.

Perkembangan musik angklung pada mulanya yaitu berasal dari bambu wulung (wulung awi) yang dimainkan dengan cara dipukul-pukul. Permainan bambu tersebut bermula untuk menghormati binatang totem dan untuk menghormati dan menghargai pemberian hasil panen padi yang banyak dan baik dari Dewi Sri yang dipercaya sebagai dewi yang memberikan kesejahteraan.

Dalam perkembangannya musik angklung perlahan mulai berubah dan beradaptasi dengan perkembangan jamannya. Mulai dari jaman dimana manusia memanfaatkan bambu sebagai alat utama mereka untuk bertahan hidup, masuknya budaya China, penyiaran agama Islam, masuknya budaya barat ke Indonesia, sampai pada jaman modern ini.
Pada masa modern ini, perkembangan musik angklung mulai berubah. Itu berawal dari Daeng Sutisna yang berhasil mengubah tangga nada petatonis menjadi diatonis (do,re,mi,fa,sol,la,si,do) pada tahun 1983. Dan perkembangan itu pun terjadi, misalnya pada KTT Asia Afrika di Bandung, Jawa Barat. Musik Angklung modern dimainkan untuk acara resmi dalam Indonesia Ultimate Diversity tersebut, yaitu dalam lagu Indonesia Raya dan beberapa lagu daerah yang terkenal seperti Rasa Sayange, Ayo Mama, Burung Kakak Tua dan Bebek Angsa.

Pada jaman yang modern ini pula, kita masih dapat bersuka cita merasakan uniknya musik angklung di suatu saung angklung yaitu Saung Angklung Udjo (SAU) D i Bandung, Jawa Barat, tepatnya di Jl. Padasuka 118 Bandung. Saung Angklung Udjo, merupakan angsana singgasana angklung terbesar di dunia yang merupakan mahakarya dari Udjo Ngalagena, yang dibangun pada tahun 1961.

Angklung yang terbuat dari bambu hitam (wulung) tersebut merupakan angklung bertangga nada diatonis yang dapat memainkan melodi lagu-lagu tradisional maupun modern, serta dapat mengiringi melodi-melodi lagu tersebut.

Jadi, berbanggalah kita sebagai orang Indonesia yang memiliki maha karya yang dibuat bukan dari jiplakan melainkan, dari perjuangan nenek moyang kita dalam berkesenian dan menciptakan suatu kesenian tersebut. Apalagi, sekarang angklung merupakan alat musik yang universal dikalangan negara-negara se- Asia Tenggara, Asia Timur bahkan Amerika Serikat. Jadi, kita musti tahu diri, dan wajib berterima kasih pada pendahulu angklung dengan cara melestarikan musik tersebut dalam kehidupan kita sekarang ini, jangan sampai nenek moyang kita menangis melihat buah karyanya diambil orang lain secara ilegal dan dilipakan secara mentah oleh anak cucunya sendiri. Jangan sampai angklunmg kalah dengan alat-alat musik modern, alat band dan lain-lain. Angklung uga bisa modern loh, seperti mereka, dengn memainkannya bersama, kompak, dengan melodi dan struktur komposisi nada yang indah.

Selamat bermain angklung!
Monggo sedoyo sami belajar angklung !!!!
Selamat melestarikan musik angklung..................................
Kuatkan budaya kita, jangan biarkan NEGARA LAIN mencurinya
SALAM ANGKLUNG...............................................................

SEJARAH ANGKLUNG

Sejarah Angklung Indonesia

Angklung adalah mitologi dari Bahasa Bali, yaitu Ang yang berarti angka (berupa not) dan klung yang berarti rusak. Jadi, jika digabungkan angklung berarti angka yang rusak.

Dalam sejarah perkembangan musik Angklung, bentuknya yang sekarang merupakan adaptasi bentuk alat musik dari Filipina.

Perkembangan musik angklung pada mulanya yaitu berasal dari bambu wulung (wulung awi) yang dimainkan dengan cara dipukul-pukul. Permainan bambu tersebut bermula untuk menghormati binatang totem dan untuk menghormati dan menghargai pemberian hasil panen padi yang banyak dan baik dari Dewi Sri yang dipercaya sebagai dewi yang memberikan kesejahteraan.

Dalam perkembangannya musik angklung perlahan mulai berubah dan beradaptasi dengan perkembangan jamannya. Mulai dari jaman dimana manusia memanfaatkan bambu sebagai alat utama mereka untuk bertahan hidup, masuknya budaya China, penyiaran agama Islam, masuknya budaya barat ke Indonesia, sampai pada jaman modern ini.
Pada masa modern ini, perkembangan musik angklung mulai berubah. Itu berawal dari Daeng Sutisna yang berhasil mengubah tangga nada petatonis menjadi diatonis (do,re,mi,fa,sol,la,si,do) pada tahun 1983. Dan perkembangan itu pun terjadi, misalnya pada KTT Asia Afrika di Bandung, Jawa Barat. Musik Angklung modern dimainkan untuk acara resmi dalam Indonesia Ultimate Diversity tersebut, yaitu dalam lagu Indonesia Raya dan beberapa lagu daerah yang terkenal seperti Rasa Sayange, Ayo Mama, Burung Kakak Tua dan Bebek Angsa.

Pada jaman yang modern ini pula, kita masih dapat bersuka cita merasakan uniknya musik angklung di suatu saung angklung yaitu Saung Angklung Udjo (SAU) D i Bandung, Jawa Barat, tepatnya di Jl. Padasuka 118 Bandung. Saung Angklung Udjo, merupakan angsana singgasana angklung terbesar di dunia yang merupakan mahakarya dari Udjo Ngalagena, yang dibangun pada tahun 1961.

Angklung yang terbuat dari bambu hitam (wulung) tersebut merupakan angklung bertangga nada diatonis yang dapat memainkan melodi lagu-lagu tradisional maupun modern, serta dapat mengiringi melodi-melodi lagu tersebut.

Jadi, berbanggalah kita sebagai orang Indonesia yang memiliki maha karya yang dibuat bukan dari jiplakan melainkan, dari perjuangan nenek moyang kita dalam berkesenian dan menciptakan suatu kesenian tersebut. Apalagi, sekarang angklung merupakan alat musik yang universal dikalangan negara-negara se- Asia Tenggara, Asia Timur bahkan Amerika Serikat. Jadi, kita musti tahu diri, dan wajib berterima kasih pada pendahulu angklung dengan cara melestarikan musik tersebut dalam kehidupan kita sekarang ini, jangan sampai nenek moyang kita menangis melihat buah karyanya diambil orang lain secara ilegal dan dilipakan secara mentah oleh anak cucunya sendiri. Jangan sampai angklunmg kalah dengan alat-alat musik modern, alat band dan lain-lain. Angklung uga bisa modern loh, seperti mereka, dengn memainkannya bersama, kompak, dengan melodi dan struktur komposisi nada yang indah.

Selamat bermain angklung!
Monggo sedoyo sami belajar angklung !!!!
Selamat melestarikan musik angklung..................................
Kuatkan budaya kita, jangan biarkan NEGARA LAIN mencurinya
SALAM ANGKLUNG...............................................................